Pemilukada Bojonegoro 2012
Punya Calon Lain, PG Diminta Tunggu Proses
Kamis, 30 Agustus 2012 19:00:29
Reporter: Riska Irdiana
blokBojonegoro.com - Rencana Partai Golkar (PG) yang ingin mengajukan Kolonel Budiyanto sebagai penggantai Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Agus Hariyanto (AH), membuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) seperti kebakaran jenggot. Pasalnya, partai pengusung AH yang cukup diperhitungkan ini terancam tak bisa mengusung bakal calon yang direkomendasikan partainya.
Sementara itu, pihak PDIP meminta kepada Partai Golkar agar bersabar menunggu proses yang masih berjalan di internal partai. Menurut Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Bojonegoro, Nuswantoro, apabila Partai Golkar tetap ngeyelmengusung calon lain tanpa memperhitungkan PDIP, maka pihaknya menilai bahwa hal ini sudah menyalahi koalisi.
blokBojonegoro.com - Rencana Partai Golkar (PG) yang ingin mengajukan Kolonel Budiyanto sebagai penggantai Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Agus Hariyanto (AH), membuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) seperti kebakaran jenggot. Pasalnya, partai pengusung AH yang cukup diperhitungkan ini terancam tak bisa mengusung bakal calon yang direkomendasikan partainya.
Sementara itu, pihak PDIP meminta kepada Partai Golkar agar bersabar menunggu proses yang masih berjalan di internal partai. Menurut Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Bojonegoro, Nuswantoro, apabila Partai Golkar tetap ngeyelmengusung calon lain tanpa memperhitungkan PDIP, maka pihaknya menilai bahwa hal ini sudah menyalahi koalisi.
"Saat ini kan kita masih proses. Kita memahami posisi Partai Golkar, tapi proses rekom itu kan tidak mudah. Tidak bisa kita serta-merta mengganti begitu saja," kata Nuswantoro.
Pria yang juga menduduki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro ini menambahkan, untuk penggantian sebuah rekom, maka harus melewati rapat di tingkat cabang yang kemudian dilanjutkan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan terakhir di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang memiliki kunci final keputusan ini.
Terlebih, saat ini, Kolonel Budiyanto yang diproyeksikan akan menggantikan AH belum pernah mengadakan rapat maupun pertemuan lain dengan PDIP selaku partai koalisi. "Kalau memang dicalonkan, paling tidak kan harus ada nyuwun sewu-nya (permisi) kepada kita," ucapnya.
Meskipun begitu, partai berlambang banteng moncong putih ini tetap menghargai usulan yang disampaikan oleh Partai Golkar kepada PDIP. [ana/yud]





0 comments:
Posting Komentar